Sabtu, 03 Desember 2011

Trik memaksimalkan Blog Anda

BLOG tak semata untuk curhat dan menuliskan puisi cinta patah hati. Blog juga bisa dijadikan sarana mengembangkan bisnis, terutama skala kecil. Bagaimana cara memaksimalkan blog untuk bisnis?

1. Disain simpel

Banyak blogger yang juga pebisnis yang tergoda untuk mempercantik blognya, sehingga justru terkesan riuh dan ramai. Sebaiknya Anda menyederhanakan disain blog. Sidebar sebaiknya hanya diisi widget yang memang diperlukan. Hindari memasang animasi atau banner yang menyolok mata. Disain blog yag terlalu ramai justru membuat blog terkesan tidak profesional.

2. Integrasikan dengan jejaring sosial

Saat ini jamannya jejaring sosial, terutama Facebook (FB) dan Twitter. Jadi jangan ragu untuk mengintegrasikan blog dengan FB atau Twitter. Sebaiknya tombol ‘like’ atau ‘send’ FB atau ‘retweet’ Twitter diletakkan tepat di bawah posting. Selain memudahkan pembaca untuk menyebarkan ke dunia maya, Anda juga tak perlu repot-repot mempublikasikan setiap posting terbaru ke kolega di jejaring sosial

3. Update teratur

Anda tak perlu mengupdate blog setiap hari. Namun sebaiknya Anda mengupdate teratur, misalnya setiap Senin dan Kamis, atau Senin-Rabu-Jumat, atau di waktu mana saja yang cocok untuk Anda. Materi posting sebaiknya tidak hanya terfokus pada produk Anda secara spesifik, namun juga mencakup hal-hal yang terkait dengan produk secara luas.

4. Jangan abaikan ‘About Us’

Halaman ‘about us’ atau ‘tentang kami’ sangat penting untuk blog bisnis. Karena pembaca blog sebelum memutuskan menjadi pelanggan akan mencari informasi siapa pemilik blog atau perusahaan yang bakal menjadi partnernya dalam bertransaksi. Blog bisnis yang tak memiliki halaman ‘tentang kami’ akan mengundang kecurigaan, karena terkesan menutup-nutupi sesuatu.

Jadi tuliskan tentang diri Anda. Tentu saja Anda tak perlu menceritakan diri Anda panjang lebar, hingga ke tanggal kelahiran, apa zodiak serta nama kucing kesayangan. Tuliskan yang simpel tentang siapa Anda dan perusahaan, dan gambarkan dengan singkat kenapa Anda adalah figur yang tepat dan memiliki kompetensi dalam menjajakan produk itu.

Jika saat bertransaksi Anda mencantumkan nomor rekening bank dengan nama tertentu, pastikan nama pada rekening sama dengan yang dijelaskan dalam ‘about us’. Jika berbeda, pembaca akan bertanya-tanya kenapa pengelola blog dan pemilik rekening adalah orang yang berbeda. Jika pengunjung curiga atau tidak yakin, transaksi tak akan pernah terjadi.

5. Gunakan domain sendiri

Pada tahap awal, terutama jika masih ingin menjajaki pasar, Anda bisa menggunakan domain gratis yang disediakan layanan tertentu (misalnya blogdetik, blogspot, posterous atau tumblr) untuk blog bisnis Anda. Namun jika ingin lebih serius, sebaiknya Anda mempertimbangkan memiliki domain sendiri. Usahakan domain yang dipilih memiliki relevansi dengan produk yang dijajakan. Jadi misalkan blog Anda menjajakan martabak, sebaiknya pilih domain yang terkait martabak (misalnya ‘martabakpalingoke.com)’. Akan terasa aneh jika Anda menjajakan martabak namun nama domain Anda adalah ‘jerukmanisoke.com’ ;) . Sebaiknya Anda memilih domain berekstensi dot com .

6. Sabar dan tekun

Mengelola blog bisnis dibutuhkan kesabaran dan ketekunan. Jadi jangan langsung kecewa jika di enam bulan pertama Anda seperti merasa ‘bicara sendiri’ karena minimnya pembaca. Google membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk benar-benar yakin bahwa Anda serius mengelola blog. Namun jika Anda ngeblog dengan teratur, dengan konten yang original dan fresh, maka cepat atau lambat Google akan menyukai blog Anda. Perubahan algoritma Google terbaru (yang dikenal dengan Google Panda) menitikberatkan pada konten yang unik dan bukan copy paste. Jika Anda rutin menulis dengan materi yang benar-benar baru, maka pada kata kunci tertentu bisa saja Anda ditempatkan di halaman depan hasil pencarian Google.

Pembaca juga biasanya lebih mempercayai blog bisnis yang berusia lebih dari satu tahun untuk mentransfer uang atau menggunakan kartu kreditnya. Jadi bersabarlah. Tetaplah mengisi konten, aktif di jejaring sosial dan upayakan membangun komunitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar